Malacca Trust Wuwungan Insurance Ipo

Malacca trust wuwungan insurance ipo

Malacca trust wuwungan insurance ipo

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dilakukan oleh Panin Sekuritas Tbk (PANS / GR) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan

Tanggal

Tanggal Efektif

29 Sep 2017

Masa Penawaran

02 – 04 Okt 2017

Tanggal Penjatahan

06 Okt 2017

Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik

10 Okt 2017

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan

10 Okt 2017

Tanggal Pencatatan Saham pada BEI

11 Okt 2017

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 310.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp100,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang akan ditempatkan dalam instrumen-instrumen investasi seperti deposito, obligasi, saham dan lain-lain.

PT Malacca Trust Wuwungan Insurance didirikan pada tanggal 15 Desember 1952 dengan nama PT Asuransi Wuwungan.

Kantor pusat PT Malacca Trust Wuwungan Insurance berlokasi di Gedung Chase Plaza Lt. 8, Jl.

Malacca trust wuwungan insurance ipo

Jend. Sudirman Kav.21, Jakarta 12920, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Malacca Trust Wuwungan Insurance adalah bergerak dalam bidang Asuransi Umum. Saat ini, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance menyediakan pilihan produk asuransi umum yang diperuntukkan bagi masyarakat di Indonesia seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi harta benda, asuransi kecelakaan diri, asuransi pengiriman barang, asuransi perjalanan dan produk asuransi lainnya.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance dimiliki oleh PT Batavia Prima Investama (57,60%), Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) (19,90%), PT Ilthabi Rekatama (6,56%), Vientje Harijanto (5,66%), Iwan Semiawan (3,92%), Harjanto (3,05%), Winanjaya Amidjojo (3,05%) dan Iis Syarifuddin (0,28%).

Maya Bundt of Swiss Re explains the insurance market's reluctance to expand cyber insurance coverage